disini saya akan coba mengkoreksi penulisan serta penggunaan bahasa dalam artikel tersebut.
Dan sebagian isi dari artikel yang ingin saya kritisi adalah :
Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia
Teknologi
Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk
memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai
cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang
relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi,
bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk
pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk
mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan
komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi
digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.Perkembangan Teknologi Informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Dan sekarang ini sedang semarak dengan berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e, seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika.
Bidang pendidikan(e-education)
Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka (Mukhopadhyay M., 1995). Sebagai contoh kita melihat di Perancis proyek “Flexible Learning”. Hal ini mengingatkan pada ramalan Ivan Illich awal tahun 70-an tentang “Pendidikan tanpa sekolah (Deschooling Socieiy)” yang secara ekstrimnya guru tidak lagi diperlukan.
BIDANG – BIDANG YANG MENGALAMI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI:
Dalam Bidang Pemerintahan (e-government)
E-government mengacu pada penggunaan teknologi informasi oleh pemerintahan, seperti menggunakan intranet dan internet, yang mempunyai kemampuan menghubungkan keperluan penduduk, bisnis, dan kegiatan lainnya. Bisa merupakan suatu proses transaksi bisnis antara publik dengan pemerintah melalui sistem otomasi dan jaringan internet, lebih umum lagi dikenal sebagai world wide web. Pada intinya e-government adalah penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dan pihak-pihak lain. penggunaan teknologi informasi ini kemudian menghasilkan hubungan bentuk baru seperti: G2C (Governmet to Citizen), G2B
(Government to Business), dan G2G (Government to Government).
Baca artikel selengkapnya di sumber :
Pembahasan
Salah satu kenikmatan menulis dengan menggunakan paragraf adalah dapat
memasukkan logika kita dalam menulis dan menghubung-hubungkan logika tersebut
dengan media paragraf. Dan pembaca dapat melihat logika dan korelasi antar
logika satu dengan logika selanjutnya melalui paragraf. Lalu bagaimana jika
tidak ada paragraf dalam suatu tulisan? Tentu pembaca tidak dapat melihat
korelasi logika penulis suatu karya tulis yang dibacanya.
Marilah
kita tinggalkan masalah paragraf yang tidak pernah selesai sejak artikel
pertama yang dikritisi. Masalah selanjutnya adalah artikel ini berisi informasi
yang hampir sama dengan artikel sebelumnya. Entah siapa yang mengutip siapa,
namun artikel ini berisi lebih banyak dari artikel sebelumnya karena bahasan
artikel ini lebih luas dari artikel sebelumnya. Tapi hal ini tidak berarti
artikel sebelumnya mengambil isi dari artikel ini, bisa saja sebaliknya.
Karena
artikel sebelumnya pokok bahasannya lebih sempit, membuat artikel sebelumnya
lebih rapi walaupun belum benar struktur penulisannya. Sedangkan artikel ini
bisa dikatakan lebih berantakan dari artikel sebelumnya walaupun artikel
sebelumnya pun sama tidak benarnya.
Pada
artikel ini bidang-bidang yang mengikuti perkembangan teknologi informasi tidak
dibedakan secara penulisan dengan penjelasannya. Yang dibedakan hanyalah letak
penulisan bidang-bidang tersebut di atas lalu dibawahnya adalah penjelasan.
Seharusnya, jika tidak bisa dinomerkan, paling tidak penulisan bidang-bidang
tersbut dicetak tebal, agar tidak membingungkan dan memusingkan pembaca.
Dan
seperti yang telah disinggung sebelumnya, sepertinya perlu juga kita bahas
masalah pengutipan tulisan yang bersumber dari media informasi yang ada di
internet juga. Sering kita lihat beberapa blog
atau website yang berisikan informasi
yang sama. Memang kita jarang memertanyakan blog
atau website mana yang menjadi
sumber utama informasi tersebut, tapi hal ini tidaklah hal yang baik.. karena
pembaca yang baik tidaklah menerima begitu saja setiap bacaan yang dibacanya tai
harus juga memertanyakan dari mana sumber bacaan yang sedang dibacanya, apakah
murni pemikiran penulisnya atau terdapat pula pemikiran orang lain dalam
tulisan tersebut. Dan bukan hanya pembaca yang harus memiliki sikap yang baik
sebagai pembaca, tapi penulis pun harus memiliki sikap yang baik sebagai
penulis.
Walaupun
seorang penulis mengutip tulisan di media-media di internet, tetap saja harus
dicantumkan sumber tulisan tersebut. misalnya mengutip seluruh tulisan yang ada
di suatu blog atau website beri penjelasan bahwa tulisan
tersbut merupakan karya orang lain dan cantumkan alamat blog atau website yang
menjadi sumber. Begitupun jika mengutip sebagian atau beberapa kalimat, tentu
harus pula mencantumkan alamat blog
atau website yang menjadi sumber.
Bahkan akan lebih baik lagi jika mencantumkan waktu saat mengakses blog atau website tersebut, karena bisa saja isi dari blog atau website
tersebut telah diubah pemiliknya saat ada orang yang ingin membuka sumber
tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar